Pembentukan Asman TOGA dan Pelatihan Akupresur di Desa Jatake Tingkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat
Pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, UPTD Puskesmas Pagedangan melaksanakan kegiatan Pembentukan Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman TOGA) sekaligus pelatihan akupresur di Desa Jatake. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Acara berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh kader kesehatan serta masyarakat setempat. Suasana kegiatan terlihat penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional yang aman dan mudah diterapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan yang interaktif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan Puskesmas Pagedangan. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat keluarga dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif. Selain itu, akupresur juga diperkenalkan sebagai metode terapi non-farmakologis. Kedua pendekatan ini dinilai dapat menjadi solusi kesehatan yang terjangkau. Masyarakat juga diajak untuk aktif dalam kegiatan kesehatan berbasis komunitas. Harapan besar disampaikan agar program ini dapat berkelanjutan. Dukungan lintas sektor juga diharapkan untuk memperkuat program ini.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar Asman TOGA. Materi disampaikan secara jelas dan mudah dipahami oleh peserta. Tanaman obat keluarga diperkenalkan sebagai alternatif pengobatan alami. Berbagai jenis tanaman seperti jahe, kunyit, dan daun sirih dijelaskan manfaatnya. Peserta juga diberikan pengetahuan tentang cara menanam dan merawat TOGA. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal. Dengan demikian, kebutuhan obat sederhana dapat dipenuhi secara mandiri. Edukasi ini menjadi bekal penting bagi peserta.
Tidak hanya teori, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik akupresur. Pelatihan ini dipandu langsung oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman. Peserta diajarkan titik-titik akupresur untuk mengatasi keluhan ringan. Beberapa keluhan yang dibahas antara lain pegal, sakit kepala, dan stres. Praktik dilakukan secara langsung agar peserta lebih memahami teknik yang benar. Peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba secara bergantian. Metode pembelajaran ini membuat kegiatan menjadi lebih menarik. Hasilnya, peserta terlihat semakin percaya diri dalam mempraktikkan akupresur.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Interaksi yang baik antara narasumber dan peserta menciptakan suasana yang kondusif. Peserta juga saling berbagi pengalaman terkait pengobatan tradisional. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mempererat kebersamaan. Dukungan antar peserta menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Semangat ini diharapkan terus berlanjut di lingkungan masing-masing.

Pembentukan Asman TOGA juga bertujuan untuk memperkuat peran kader kesehatan di masyarakat. Kader diharapkan menjadi penggerak dalam penerapan TOGA dan akupresur. Mereka memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi kesehatan. Dengan adanya pelatihan ini, kapasitas kader semakin meningkat. Kader juga dapat menjadi contoh dalam penerapan pola hidup sehat. Selain itu, mereka dapat memberikan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan. Peran kader menjadi kunci keberhasilan program ini. Oleh karena itu, pembinaan kader akan terus dilakukan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS mendorong masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri. Pemanfaatan TOGA dan akupresur merupakan bagian dari implementasi GERMAS. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak selalu bergantung pada obat kimia. Selain itu, metode ini lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Penerapan gaya hidup sehat diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit. Upaya promotif seperti ini sangat penting dalam sistem kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa akan terus dikembangkan.
Selain memberikan manfaat kesehatan, kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi. Pemanfaatan tanaman obat dapat mengurangi pengeluaran keluarga untuk pengobatan. Bahkan, TOGA dapat dikembangkan menjadi produk herbal yang bernilai jual. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, TOGA dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Edukasi ini memberikan perspektif baru bagi peserta. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi ini secara optimal. Dengan demikian, kesehatan dan kesejahteraan dapat meningkat secara bersamaan.
UPTD Puskesmas Pagedangan berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Ke depannya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di wilayah lain. Hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan terus ditingkatkan. Sinergi ini penting untuk keberhasilan program kesehatan. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan program ini dapat berjalan optimal. Puskesmas akan terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.
Sebagai penutup, kegiatan Pembentukan Asman TOGA dan Pelatihan Akupresur di Desa Jatake diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Masyarakat diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah didapat. Kemandirian dalam menjaga kesehatan menjadi tujuan utama kegiatan ini. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, kesehatan masyarakat dapat meningkat. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan. Mari bersama wujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Puskesmas Pagedangan akan terus hadir untuk melayani dan mendampingi masyarakat. Bersama, kita wujudkan Indonesia yang lebih sehat.
#pagedangansehat
#sehatdimulaidarisaya
Puskesmas Pagedangan/Promkes-/ZL/HFI/SA)
Nomor : PR/029-PKM PGD/PROMKES/V/2026
INFORMASI PUSKESMAS PAGEDANGAN
Berita Lainnya
-
30 May 2026
👵🤝 Sinergi Peduli Lansia: Pokjap Kec. Pagedangan Perkuat Komitmen Pelayanan Berkelanjutan 👴✨
Pada Senin, 25 Mei 2026, UPTD Puskesmas Pagedangan turut berpartisipasi dalam kegiatan Kelompok Pekerja (Pokja) ...
-
30 May 2026
🤰 Dari Edukasi ke Aksi: Kelas Ibu Hamil Kelurahan Medang Wujudkan Generasi Sehat Sejak Dini 🤱
Pada Sabtu, 30 Mei 2026, UPTD Puskesmas Pagedangan kembali menyelenggarakan kegiatan Kelas Ibu Hamil di ...
-
30 May 2026
Pembentukan Asman TOGA dan Pelatihan Akupresur di Desa Jatake Tingkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat
Pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, UPTD Puskesmas Pagedangan melaksanakan kegiatan Pembentukan Asuhan Mandiri Tanaman ...
-
12 May 2026
Mewujudkan Generasi Sehat dan Berdaya: Pembinaan Sekolah Kader Kesehatan Remaja di SMP Manbaul Ulum
Pada Selasa, 12 Mei 2026, UPTD Puskesmas Pagedangan melaksanakan kegiatan Pembinaan Sekolah Kader Kesehatan Remaja ...
-
12 May 2026
Inspeksi Kesehatan Lingkungan SPPG Situgadung 3: Wujud Nyata Menjamin Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat
Pada Senin, 11 Mei 2026, UPTD Puskesmas Pagedangan melaksanakan kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan di Satuan ...